« November 2007 | Main | January 2008 »

December 17, 2007

Selamat Hari Perempuan

Kemarin di gereja, ada ibadah dengan liturgi khusus memperingati hari Ibu, 22 Desember. Pembawa Firman, Ibu Pdt. Ruth mengatakan kalau saat ini ada pergeseran makna dari Hari Ibu tersebut. Setelah mendengar khotbah itu, aku menyadari aku juga ikut terhanyut dalam pergeseran makna itu.

Selama ini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, surprise party bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Ternyata apa yang dilakukan selama ini adalah meniru perayaan Mother’s Day di negara barat. Mother;s Day diperingati karena kebiasaan orang Yunani kuno memuja Dewi Rhei, ibu dari segala dewa-dewa, dan dirayakan pada bulan Maret. Negara Amerika sendiri memperingati Mother’s Day sebagai bentuk penghargaan kepada aktivis Julia Ward Howe yang mencanangkan pentingnya peran perempuan dalam melawan perang saudara.

Di Indonesia, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu yang dirayakan secara nasional untuk memperingati pelaksanaan Kongres Wanita pertama yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 22 Desember 1928. Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Berarti selama ini aku juga ikut dalam salah kaprah memperingati Hari Ibu. Sampai hari Minggu kemarin, setiap tanggal 22 Desember aku mengucapkan selamat hari ibu kepada mamaku, dan semua wanita yang telah menjadi ibu atau mama yang aku kenal, atas keberadaan mereka menjadi seorang ibu. Atas pengorbanan mereka dalam mengurus keluarga, membesarkan anak-anaknya, dan sebagainya sesuai tugas dan tanggung jawab seorang ibu.

Seharusnya aku mengucapkan selamat kepada perempuan-perempuan yang telah mengangkat harkat dan martabatnya sebagai seorang wanita, perempuan yang mau bekerja dan terlibat dalam pembangunan bangsa, perempuan yang mau berkorban dan bekerja tanpa pamrih demi perempuan lainnya dan demi anak-anaknya, perempuan yang (walaupun gender masih terus dipermasalahkan sampai saat ini) tidak menganggap jenis kelamin sebagai penghalang untuk berkarya.

Selamat Hari Perempuan

Note : Mungkin itulah yang menjadi alasan kenapa di Indonesia tidak ada peringatan Hari Bapak

                            

December 06, 2007

Seratus

Hurraay….akhirnya nyampe juga postingan ke-100. Wuih..ga nyangka udah bisa nulis sebanyak itu. Banyak?? Belum ah...Masih pengen nulis lagi dan lagi.

Jujur sempat kepikiran mau pindah ke penyedia situs blog lainnya. Soalnya dari hasil blog-walking situs blog yang keren itu bukan di friendster hehe...Tapi mikir lagi masak kalo punya dua blog, ntar ga keurus lagi..mendingan satu ini aja, tapi diurus.

Akhirnya aku mulai membenahi blog ”speakmymind” ini. Nambahin typelist, banner, dan pernak-pernik lainnya (thanks to winart). Trus belajar bikin postingan lebih menarik (udah belum ya??). Sedikit demi sedikit.. Supaya lebih menarik lagi. Mungkin udah banyak yang datang, tapi masih sedikit yang meninggalkan jejak (thanks to itonk..yang rajin comment, Momon kemana ya???). Ga masalah sih, yang penting aku bisa menuangkan pikiranku di blog ini.

Btw, pernah coba ga buka goggle, trus ketik speakmymind. Dan ternyata kata speakmymind itu udah banyak banget yang pake. Tapi di urutan teratas keluar link blog ini (Aku sering benget pake ”cara gampang” ini buat ngeliat siapa aja yang ninggalin jejak disana). Entah maksudnya apa, tapi aku mengartikan kalau situs blogku lumayan populer hehe...*narsis*

Anyway...thanks banget buat semua yang udah pernah membaca, meninggalkan jejak, atau hanya sekedar melirik ke blog ini. Aku janji deh akan terus menulis buat kalian...*huahaha*

December 04, 2007

Illustration

Suatu hari lagi blogwalking...trus nemu blog ini dari kebun rahasia..
Namanya Ella..gambar2nya keren...silahkan lihat-lihat disini

December 03, 2007

Kamu dan Minuman

Tadi pagi adikku smsin aku seperti ini

Kalo aq minuman menurutmu aku rasa apa?

1. MOCCA : kocak dan nggemesin

2. CAPPUCINO : asik, bawaannya nyantai

3. BLUEBERRY : moody, orangnya unik

4. VANILLA : sweet n kalem

5. STRAWBERRY : menarik tapi susah ditebak

6. ORANGE : ceria dan penuh perhatian

7. MINT : cuek, kadang-kdang judes

8. CHOCOLATE : supel dan gaul..

Direply ya...jawab yang jujur. Tq. GBU

Aku reply ke dia..."MINT...kalo aku?"

Ting-tong...sms dari adikku..."Huehehe...aku kan Vanilla..Kamu? MINT banget..."

Apa iya aku cuek dan kadang-kadang judes? Kirain aku BLUEBERRY.....

December 02, 2007

Teman -- versi jujur kacang ijo--

Memahami orang lain memang nggak gampang. Tapi, jujur dengan diri sendiri ternyata lebih sulit. (Shit Happens, hal 270)

Aku baru saja selesai membaca semacam novel “Shit Happens”. Setidaknya itu yang tertulis di sampul bukunya. Isinya klasik, tentang persahabatan tiga orang dengan konfliknya masing-masing. Biasanya habis membaca buku (apapun), aku ngambil waktu sebentar untuk merenung apa yang aku dapat dari buku itu. Dan yang aku dapati saat itu bikin aku berpikir lebih jauh.

Well...yang aku pikirkan adalah “Apakah aku punya banyak teman? Apakah cukup banyak sampai aku tidak merasa kesepian?”

Secara hitungan matematika temanku sudah masuk dalam kategori banyak. Mulai dari teman sekolah (SD,SMP, SMA, kuliah) sampai teman kerja. Bahkan sampai teman di alam maya yang berjudul www.com. Hanya saja setelah aku jujur pada diriku sendiri, “temanku” tidak sebanyak itu.

Jojo pernah mengatakan padaku begini..”kamu itu ga gaul. Cobalah cari teman. Coba kamu hitung temanmu sekarang yang biasa kamu ajak jalan. Palingan hanya Momon dan Rani. Setelah Rani nikah dan Momon punya pacar, kamu jadi sendiran lagi, kan?”. Waktu itu aku tersinggung berat dikatain ga gaul. Pasalnya waktu itu, aku komplain karena di hari libur pun dia tetap bekerja. Aku lalu membela diri dengan bilang temanku banyak...enak aja dibilangin ga gaul. Tapi sekarang aku bisa saja membenarkan hal itu.

Di hari libur, aku memang menghabiskan waktu dengan Jojo. Kalaupun dia ga ada, aku memilih untuk baca buku, nonton, atau jalan-jalan sendirian. Aku tidak berusaha mencari teman atau menemui teman. Aku sering berpikiran kalau aku tidak punya cukup waktu untuk berteman atau masuk di komunitas tertentu. Dan begitu ada niat untuk masuk di komunitas tertentu ada saja yang menghalanginya (yang baru aku sadari halangan itu lebih banyak datangnya dari diriku sendiri). Sekedar niat memang tidak cukup, harus ada usaha, dan aku tidak melakukan usaha itu.

Aku masih ingat resolusi awal tahun 2007 yang aku buat sekitar setahun lalu. Resolusi yang belum aku laksanakan. Bahwa aku harus punya teman baru dengan cara masuk di komunitas tertentu. Sempat terniat (lagi-lagi hanya niat) untuk masuk ke kelompok paduan suara di gereja, tapi kuurungkan dengan alasan aku ga ada waktu untuk ikut latihan, karena aku keluar kota karena dinas misalnya, dan aku baca entah dimana kelompok paduan suara itu sudah mempunyai anggota sopran dan alto yang banyak (walaupun di warta resmi gereja itu masih ada panggilan buat bergabung, tapi kuyakinkan diriku itu adalah panggilan untuk tenor dan bass...*shh desty...lagi-lagi kamu cari alasan*). Sempat juga ingin ikutan kursus bahasa tapi ga jadi karena biayanya yang belum sanggup aku bayar (tapi aku bisa membeli yang lain...* lagi-lagi alasan*). Masih ada tawaran bergabung lainnya yang aku abaikan dengan mengatakan pada diriku aku belum membutuhkannya saat ini.

*Sigh*

Mendapati aku jujur pada diriku sendiri menyisakan sesak di dada. Aku tidak bermaksud menghakimi diriku sendiri, hanya saja aku mendapati diriku dalam perasaan bersalah karena ternyata aku tidak punya banyak teman. Aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri dan dengan segala excuse yang kuterapkan untuk diriku. Aku bahkan belum yakin untuk mengulang resolusi yang sama tahun depan. Aku berharap aku tidak terlambat untuk memperbaikinya.

My Photo
Powered by Friendster Blogs

August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

rame-rame

  • go green indonesia!
  • Cara Membuat Blog
  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape